Tiga mahasiswa Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), Universitas Gadjah Mada, mengikuti Program SAPA Kampus Batch 8 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) pada Februari hingga Juni 2026. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Marcelina Eka Destia, Muhammad Zahran Ammar, dan Ni Putu Ayu Nila Anggreni, yang merupakan mahasiswa TPHP angkatan 2022.
SAPA Kampus Berdampak, yang sebelumnya dikenal sebagai program Pangan Aman Goes to Campus, merupakan program pembentukan mahasiswa sebagai Fasilitator Keamanan Pangan. Melalui program ini, mahasiswa dibekali kompetensi untuk mendampingi usaha mikro dan kecil (UMK) pangan olahan agar mampu memenuhi standar keamanan pangan serta menerapkan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).
Rangkaian program diawali dengan pelatihan yang diselenggarakan pada Februari hingga Maret 2026. Dalam tahap ini, peserta memperoleh berbagai materi mengenai keamanan pangan, regulasi pangan olahan, penerapan CPPOB, serta mekanisme pendampingan UMK. Pelatihan tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa sebelum terlibat secara langsung dalam kegiatan pendampingan di lapangan.
Memasuki April hingga Juni 2026, para peserta melaksanakan kegiatan magang dan pendampingan pada UMK pangan olahan dengan bimbingan unit BPOM setempat. Mahasiswa membantu pelaku usaha dalam mengevaluasi proses produksi sekaligus menyusun dokumen-dokumen yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan penerapan CPPOB.
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dan pelatihan dalam situasi nyata. Selain memahami proses produksi pangan pada skala UMK, mahasiswa juga belajar berkomunikasi dengan pelaku usaha, mengidentifikasi permasalahan keamanan pangan, serta memberikan rekomendasi perbaikan yang sesuai dengan kondisi usaha.
Marcelina Eka Destia mengatakan bahwa Program SAPA Kampus memberinya kesempatan untuk menerapkan ilmu keamanan pangan secara langsung melalui pendampingan UMK pangan olahan.
“Pengalaman paling berkesan adalah saat membantu UMK menerapkan CPPOB hingga memperoleh izin edar MD. Program ini sangat relevan dengan minat saya di bidang keamanan dan penjaminan mutu pangan,” ujar Marcelina.
Pada akhir program, ketiga mahasiswa TPHP UGM berhasil memperoleh sejumlah penghargaan. Marcelina Eka Destia meraih penghargaan Top 3 Video Program SAPA Kampus Batch 8 Terbaik dan menempati peringkat pertama sebagai Mahasiswa dengan Nilai Sidang Tertinggi. Muhammad Zahran Ammar dinobatkan sebagai Mahasiswa Terbaik SAPA Kampus Batch 8 serta menempati peringkat kedua sebagai Mahasiswa dengan Nilai Sidang Tertinggi. Sementara itu, Ni Putu Ayu Nila Anggreni memperoleh penghargaan sebagai Mahasiswa Terbaik Kelas.
Keikutsertaan dan prestasi ketiga mahasiswa tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa TPHP UGM dalam mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan pengalaman pendampingan di masyarakat. Melalui Program SAPA Kampus, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman profesional, tetapi juga turut berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan keamanan pangan pada UMK pangan olahan di Indonesia.
Penulis: Firstnandita Keisha