Seminar yang diselenggarakan bagi mahasiswa sarjana dan pascasarjana di Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Universitas Gadjah Mada pada Selasa (14/07) memperkenalkan berbagai aspek penting dalam ilmu pangan dan keberlanjutan. Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai fokus penelitian serta fasilitas yang dimiliki BOKU University, sehingga memberikan wawasan yang lebih luas kepada mahasiswa mengenai lingkungan riset internasional dan berbagai peluang pengembangan akademik.
Melanjutkan pemaparan tersebut, kuliah membahas dampak lingkungan dari sistem pangan saat ini, dengan penekanan pada konsekuensi negatif dari produksi daging secara intensif dan praktik perikanan industri. Diskusi mengangkat berbagai isu, seperti emisi gas rumah kaca, hilangnya keanekaragaman hayati, serta eksploitasi sumber daya alam, sehingga mendorong mahasiswa untuk merefleksikan secara kritis keberlanjutan praktik-praktik tersebut. Salah satu sesi utama seminar didedikasikan untuk membahas peran pola makan dalam mempengaruhi dampak terhadap lingkungan. Pembahasan ini bertujuan menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan pengambilan keputusan sehari-hari terkait pilihan konsumsi pangan.
Seminar juga mengulas ekspektasi konsumen terhadap produk pangan serta perkembangan produk pangan berbasis nabati (plant-based foods). Berbagai generasi produk analog daging diperkenalkan, mulai dari formulasi awal hingga produk yang lebih mutakhir yang dirancang untuk menyerupai karakteristik sensoris dan struktur produk pangan berbasis hewani. Melalui pembahasan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai perkembangan teknologi pangan sekaligus dinamika pasar yang terus berkembang.

Dengan memperluas pemahaman mahasiswa mengenai sistem pangan berkelanjutan, inovasi pangan, dan peluang riset internasional, seminar ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education, melalui pertukaran pengetahuan dan penguatan kapasitas akademik di pendidikan tinggi. Selain itu, pembahasan mengenai pola konsumsi berkelanjutan, protein alternatif, dan inovasi teknologi pangan juga sejalan dengan SDG 2: Zero Hunger, yang mendorong penelitian dan inovasi untuk menghasilkan pangan yang bergizi dan berkelanjutan. Eksplorasi terhadap pangan berbasis nabati serta teknologi pengolahan pangan yang lebih maju juga mendukung SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure melalui pengembangan inovasi ilmiah dan teknologi di bidang pangan.
Pada sesi penutup, pemateri menekankan pentingnya peran ilmuwan dalam mendorong transformasi menuju sistem pangan yang lebih berkelanjutan. Mahasiswa didorong untuk mempertimbangkan kontribusi mereka di masa depan, baik melalui penelitian, inovasi, maupun penyusunan kebijakan. Seminar ditutup dengan pemaparan mengenai perkembangan terkini dari riset yang sedang berlangsung, sehingga peserta memperoleh gambaran mengenai kemajuan ilmiah beserta potensi penerapannya dalam menjawab berbagai tantangan nyata di bidang pangan. Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk aktif membangun kolaborasi internasional dan berpartisipasi dalam proyek penelitian bersama antara Departemen TPHP UGM dan BOKU University.
Ditulis oleh: Stefano Parenti