Dua mahasiswa Program Magister Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada (S2 ITP UGM), Zulkhy Eryanza dan Nur Afni Rezkika, meraih SHARP Award kategori “Best Execution” dalam Youth Content Challenge 2026 melalui video edukasi mengenai pemahaman label dan klaim gula pada minuman kemasan. Kompetisi tingkat regional Asia tersebut merupakan bagian dari kampanye #RisewithSHAPEAsia bertema “Advocating Responsible Food Marketing in Asia.”
Penghargaan diberikan atas keberhasilan keduanya menyampaikan informasi mengenai berbagai klaim yang sering ditemukan pada produk pangan, seperti sugar-free, zero sugar, low sugar, dan less sugar. Melalui video tersebut, Zulkhy dan Rezkika mengajak masyarakat memahami perbedaan setiap klaim agar tidak keliru ketika memilih produk pangan.
“Kami mengangkat isu ini karena masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan klaim seperti low sugar, less sugar, zero sugar, dan sugar-free pada produk pangan. Harapan kami, masyarakat semakin kritis membaca label kemasan sehingga dapat memilih produk yang lebih sehat,” ujar Zulkhy.
Rezkika menambahkan bahwa transparansi label pangan semakin penting di tengah tingginya konsumsi minuman berpemanis dan maraknya klaim pemasaran pada bagian depan kemasan yang berpotensi mengecoh konsumen. “Kami berharap capaian ini dapat menjadi langkah awal untuk memperluas kampanye dan kesadaran mengenai pentingnya transparansi label pangan, baik di kalangan masyarakat maupun pembuat kebijakan. Konsumen sebaiknya tidak mudah percaya pada klaim di bagian depan kemasan, tetapi membiasakan diri membaca informasi nilai gizi serta memahami kandungan gula, garam, dan lemak secara lebih kritis demi menjaga kesehatan diri dan keluarga dalam jangka panjang,” ujar Rezkika.
Selain membahas klaim kandungan gula, video tersebut memperkenalkan sistem pelabelan Nutri-Level yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sistem pelabelan dengan kategori A hingga D itu membantu masyarakat mengenali kandungan gula, garam, dan lemak dalam produk pangan dengan lebih mudah.
Video diakhiri dengan ajakan kepada masyarakat untuk mendukung transparansi informasi pada label pangan di kawasan Asia. Pesan tersebut sejalan dengan misi Youth Content Challenge yang mendorong generasi muda berkontribusi dalam membangun lingkungan pemasaran pangan yang lebih bertanggung jawab melalui komunikasi kreatif dan edukasi berbasis bukti.
Youth Content Challenge 2026 diselenggarakan melalui jaringan kolaborasi regional antarnegara dalam kampanye SHAPE Asia. Program yang didukung oleh International Development Research Centre (IDRC), Kanada, tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan dan mengadvokasi kebijakan serta praktik pemasaran pangan yang lebih sehat di kawasan Asia.
Capaian Zulkhy Eryanza dan Nur Afni Rezkika menunjukkan kontribusi mahasiswa S2 ITP UGM dalam mengomunikasikan ilmu pangan kepada masyarakat. Melalui konten yang ringkas dan mudah dipahami, keduanya turut meningkatkan literasi label pangan serta mendorong konsumen agar lebih cermat dalam menentukan pilihan konsumsi.
Penulis: Firstnandita Keisha