Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Gadjah Mada (TPHP UGM) bekerja sama dengan PT Laborindo Sarana menyelenggarakan seminar dan workshop Perten Rapid Visco Analyser (RVA) pada Selasa, 28 Juli 2026, di Ruang 384 Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Melalui pemaparan materi dan praktik langsung, kegiatan ini membekali peserta dengan pemahaman mengenai pengoperasian RVA serta pemanfaatannya dalam penelitian, pengendalian mutu, dan pengembangan produk pangan.
Kegiatan menghadirkan Laura Levin, Rheology Applications Manager Perten, a PerkinElmer Company, serta Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P., dosen Departemen TPHP UGM. Peserta memperoleh penjelasan mengenai prinsip kerja RVA, metode analisis, interpretasi kurva hasil pengujian, serta berbagai penerapannya dalam bidang pangan.
Acara dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Departemen TPHP UGM, Dr. Dwi Larasatie Nur Fibri, S.T.P., M.Sc., kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Project Manager PT Laborindo Sarana, Alvin Gunadi. Seminar dan workshop ini menjadi bagian dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra industri dalam memperkenalkan perkembangan teknologi analisis pangan kepada mahasiswa, dosen, dan peneliti.

Pada sesi pertama, Laura Levin menyampaikan materi bertajuk Introduction to Perten Instruments and Perten Rapid Visco Analyser. Ia memperkenalkan prinsip dan cara kerja RVA sebagai instrumen untuk mengukur perubahan viskositas sampel selama proses pemanasan dan pendinginan secara terkontrol.
Laura juga menjelaskan aplikasi RVA dalam kegiatan pengendalian mutu dan industri pangan. Penggunaan RVA tidak hanya terbatas pada pengujian pati, tetapi juga dapat diterapkan pada berbagai bahan dan produk pangan. Data hasil pengujian dapat digunakan untuk mengevaluasi karakteristik bahan baku, konsistensi mutu produk, serta perubahan sifat bahan selama proses pengolahan.
Materi berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P. dengan topik Sharing Research Experiences: Applications in Food Research and Innovation. Dalam sesi tersebut, ia membagikan pengalaman pemanfaatan instrumen analisis dalam penelitian dan inovasi pangan. Analisis karakteristik viskositas dapat memberikan informasi yang mendukung pemilihan bahan, penyusunan formulasi, serta evaluasi mutu produk pangan.

Setelah sesi istirahat, salat, dan makan, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan laboratorium, workshop, dan demonstrasi RVA. Peserta diperkenalkan secara langsung pada tahapan pengoperasian instrumen, mulai dari persiapan sampel, pemilihan metode analisis, pengaturan kondisi pengujian, hingga pembacaan dan interpretasi kurva hasil analisis.
Wika, mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan UGM, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman pembelajaran yang mudah dipahami dan relevan dengan bidang pangan.
“Penyampaian materi oleh narasumber sangat baik dan mudah dimengerti, terutama mengenai aplikasi RVA dalam industri pangan yang cukup luas. Seminar ini menambah wawasan bahwa RVA tidak hanya dapat digunakan untuk sampel pati, tetapi juga untuk berbagai sampel pangan lainnya,” ujar Wika.
Menurutnya, sesi workshop turut membantu peserta memahami pengoperasian instrumen dan hasil pengujian yang diperoleh.
“Praktik penggunaan RVA secara langsung memberikan gambaran kepada peserta mengenai cara pengoperasian alat dan representasi hasil pengujiannya. Ke depan, materi mengenai aplikasi berbagai instrumen laboratorium dalam industri pangan serta durasi sesi workshop dapat ditambah,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan penutupan. Melalui seminar dan workshop ini, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan mengenai RVA dalam kegiatan praktikum, penelitian, pengendalian mutu, maupun pengembangan inovasi produk pangan.
Penulis: Firstnandita Keisha