Program Studi Doktor Ilmu Pangan Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Banyumanik Research Center (BRC), Gunungkidul, pada Sabtu (1/8). Melalui pelatihan penanganan pascapanen ubi kayu, pemanfaatan panas buang sistem pirolisis, dan praktik inovasi olahan tiwul, kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memperpanjang umur simpan hasil pertanian sekaligus meningkatkan nilai tambah produk pangan lokal.

Kegiatan tersebut melibatkan empat dosen dan 15 mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Pangan UGM serta diikuti oleh 27 peserta dari masyarakat. Pengelola Banyumanik Research Center dan Lurah Wunung turut hadir dalam kegiatan yang menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam mengolah komoditas pertanian setempat.
Prof. Ria Millati, mewakili Program Studi Doktor Ilmu Pangan UGM, menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan pangan lokal. Kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi dan masyarakat dalam mengatasi permasalahan pascapanen yang dihadapi petani.
Pengelola BRC, Sri Astuti Soedjoko, menyampaikan bahwa masyarakat setempat menghasilkan berbagai komoditas pertanian, seperti singkong, jagung, kacang tanah, dan kedelai. Salah satu kendala yang dihadapi adalah gaplek yang mudah berjamur selama penyimpanan. Lurah Wunung menambahkan bahwa sekitar 88 persen masyarakat bekerja sebagai petani. Sebagian besar singkong masih diolah menjadi gaplek dan produk tradisional sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan nilai jual produk sekaligus mendukung kemandirian pangan di Gunungkidul.

Dalam sesi materi, Sigit Uji memaparkan potensi pemanfaatan panas buang dari sistem pirolisis untuk mengoperasikan cabinet dryer. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pengeringan hasil panen secara lebih terkontrol.
Materi selanjutnya mengenai penanganan pascapanen ubi kayu dan gaplek disampaikan oleh Yuanita Indriasari bersama Prof. Ria Millati. Pemaparan tersebut menekankan pentingnya menjaga kebersihan selama proses pengolahan, pengeringan, dan penyimpanan untuk memperpanjang umur simpan serta mempertahankan mutu gaplek.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dan praktik inovasi tiwul oleh Anna Fajariyah. Peserta juga mendiskusikan berbagai produk olahan singkong yang telah dikembangkan masyarakat, seperti kerupuk, keripik, manggleng, lempeng, gatot, dan tiwul.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi dan kuis. Melalui kegiatan pengabdian ini, Program Studi Doktor Ilmu Pangan UGM mendorong masyarakat untuk menerapkan ilmu dan teknologi pangan dalam mengurangi kerusakan pascapanen, meningkatkan diversifikasi produk, serta memperkuat nilai ekonomi komoditas lokal.
Penulis: Firstnandita Keisha