Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Gadjah Mada (TPHP UGM) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “From Campus to Industry: Membangun Profesionalisme dari Kampus” pada Sabtu (23/5) di Ruang 105 Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Kegiatan ini menghadirkan tiga alumni TPHP UGM yang kini berkarier di PT Ajinex International, yaitu Ir. Satria Gentur Pinandita, Direktur & Factory Manager PT Ajinex International, bersama Ibnu Prasetya dan Sutrisno, untuk berbagi pengalaman mengenai transisi dari dunia kampus menuju dunia industri pangan.
Kuliah tamu ini menjadi ruang temu antara alumni dan mahasiswa TPHP UGM dalam membahas kesiapan profesional lulusan teknologi pangan. Melalui pengalaman langsung di industri, para alumni memberikan gambaran mengenai kompetensi teknis, sikap kerja, serta pola pikir yang perlu dibangun mahasiswa sejak masa perkuliahan.
Dalam pengantarnya, Ir. Satria Gentur Pinandita menekankan bahwa industri pangan tidak hanya berkaitan dengan proses produksi, mutu, dan efisiensi, tetapi juga memiliki dimensi moral. Menurutnya, setiap produk pangan yang dihasilkan industri akan dikonsumsi oleh masyarakat luas, termasuk keluarga dan orang-orang terdekat.
“Industri makanan itu ada sisi moral di dalamnya. Makanan yang kita produksi akan dimakan oleh keluarga kita, manusia, dan masyarakat lainnya,” ujar Gentur.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Ibnu Prasetya yang membahas MSG sebagai bahan tambahan pangan sumber rasa umami yang dihasilkan melalui fermentasi asam glutamat. Ia juga menjelaskan perbedaan antara budaya belajar di kampus dan budaya kerja di industri. Menurutnya, mahasiswa perlu mulai membangun kebiasaan profesional sejak masa kuliah karena kesalahan di dunia industri dapat berdampak pada prosedur, skala produksi, presisi, hingga reputasi perusahaan.
“Kita harus membiasakan professional habits mulai dari bangku kuliah,” ujarnya.

Sutrisno turut memberikan gambaran mengenai tantangan nyata di industri pangan, termasuk perubahan permintaan produk, keterbatasan pasokan, kebutuhan koordinasi lintas departemen, serta tuntutan otomasi dan keberlanjutan. Ia menyampaikan bahwa industri pangan akan selalu menghadapi kondisi yang bersifat VUCA, yaitu volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity, sehingga mahasiswa perlu menyiapkan kemampuan teknis sekaligus soft skill seperti komunikasi, kerja sama tim, dan pemecahan masalah.
Sebagai penutup, Ir. Satria Gentur Pinandita memberikan gambaran mengenai kompetensi yang perlu dimiliki lulusan TPHP dalam berbagai bidang kerja industri pangan, mulai dari produksi hingga penelitian dan pengembangan. Ia juga menyoroti peluang bioteknologi pangan di masa depan dalam menjawab tantangan global seperti perubahan iklim dan ketahanan pangan.
Melalui kuliah tamu ini, Departemen TPHP UGM tidak hanya memperkuat keterhubungan antara pembelajaran di kampus dan kebutuhan industri, tetapi juga menunjukkan peran alumni dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa. Kehadiran alumni sebagai praktisi industri menjadi jembatan penting bagi mahasiswa untuk memahami dunia kerja secara lebih nyata, sekaligus mempersiapkan diri sebagai lulusan yang adaptif, profesional, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
Penulis: Firstnandita Keisha