Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Gadjah Mada (TPHP UGM) menyelenggarakan Gelar Produk 2026 sebagai bagian dari mata kuliah Pengembangan Produk dan Proses pada Selasa (25/5). Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa TPHP angkatan 2023 untuk memamerkan 15 produk pangan darurat yang telah mereka rancang selama satu semester, mulai dari pemilihan konsep produk, pengembangan proses, hingga desain kemasan.
Mengangkat tema makanan darurat, Gelar Produk ini mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menciptakan produk yang inovatif, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan konsumen, stabilitas produk, proses pengolahan, keamanan pangan, serta potensi penerapannya dalam kondisi darurat.
Kegiatan ini merupakan bagian akhir dari proses pembelajaran mata kuliah Pengembangan Produk dan Proses. Selama satu semester, mahasiswa bekerja dalam kelompok untuk mengembangkan ide produk berbasis berbagai komoditas, seperti kacang-kacangan, susu kambing, whey, serta sumber protein hewani seperti ayam dan ikan. Setiap kelompok merancang produk mulai dari formulasi, proses produksi, karakteristik sensori, hingga konsep kemasan yang sesuai dengan target pengguna.
Sebanyak 15 produk inovatif ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Produk-produk tersebut meliputi :
- SIHAP, nasi ayam bumbu kuning siap santap
- Kurasoes, soes kering berbasis koro pedang
- Seabungkus, nasi gulung siap santap dengan perpaduan nasi uduk dan ikan cakalang suwir bumbu taliwang
- Beancang, biskuit sandwich kacang hijau
- On The Whey, whey pudding dengan creamy fla dan fresh strawberry
- GOATChu!, susu kambing pasteurisasi rasa cokelat.
- Our Pathwhey, minuman fermentasi whey dengan perisa buah
- Kato Bitez, biskuit kacang tunggak
- MADANG, nasi goreng rendang ayam steril ready-to-eat
- DARUR-EAT, nasi semur ayam steril ready-to-eat
- Goo Goo Stick Bites, stick bites kacang gude
- Ngombeek, susu kambing rekombinasi steril
- Nailung, nasi liwet gulung
- Segoerih, nasi daun jeruk sambal tongkol ready-to-eat
- PESTAYAMS!, nasi pepes tahu ayam daun singkong.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempresentasikan hasil akhir produk, tetapi juga menunjukkan proses berpikir dalam pengembangan produk pangan. Setiap produk dirancang dengan mempertimbangkan kesesuaian bahan baku, proses pengolahan, karakteristik produk, daya tarik konsumen, serta strategi penyajian dan kemasan.
“Mata kuliah Pengembangan Produk dan Proses membuka wawasan saya tentang bidang R&D, terutama bahwa pengembangan produk baru membutuhkan banyak tahapan agar produk disukai konsumen dan berpeluang di pasar. Saya juga terdorong untuk berpikir kritis terhadap setiap tahapan produksi, sehingga semakin memahami pentingnya proses yang baik untuk menjaga konsistensi kualitas produk,” ujar Lamda, mahasiswa TPHP UGM angkatan 2023.
Departemen TPHP UGM berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan dalam menghadapi tantangan industri pangan. Dengan mengangkat tema makanan darurat, Gelar Produk 2026 juga menunjukkan peran teknologi pangan dalam menghasilkan solusi yang relevan bagi masyarakat, khususnya dalam penyediaan pangan yang praktis, aman, dan berkelanjutan.

Penulis: Firstnandita K