• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Beranda
  • Profil
    • Pengantar
    • Visi, Misi, Tujuan
    • Profil & Capaian
    • Struktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf
    • Kontak Kami
  • Akademik
    • Sarjana
      • S-1 TPHP
    • Magister
      • S-2 ITP
      • S-2 THP
    • Doktoral
      • S-3 Ilmu Pangan
    • Pendaftaran
    • Akreditasi
    • Kalender Akademik
  • Mahasiswa
    • Info Akademik
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang Industri
    • Beasiswa
    • Student Mobility
    • Tugas Akhir
    • Alumni
    • Karir
  • Fasilitas
    • Laboratorium
      • Bioteknologi
      • Pangan dan Gizi
      • Rekayasa Proses
      • Kimia Biokimia Pangan dan Hasil Pertanian
      • Pengelolaan Limbah
      • Latihan
    • Perpustakaan
    • Internet
    • E-Jurnal
    • Public Service
  • Aktivitas
    • Penelitian
      • Seminar
      • Publikasi
    • Pengabdian
    • Kerja Sama
  • Home
  • Berita
  • Kabar Departemen

Webinar: The History, Utilization, Development, and Innovations of Indonesian Spices in The Food and Health Sector

  • Kabar Departemen
  • 29 November 2021, 13.06
  • Oleh : ndf

Webinar “The History, Utilization, Development and Innovations of Indonesian Spices in the Food and Health Sector” yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Kuliner dan Gastronomi Indonesia (PKKGI) UGM, Fakultas Teknologi Pertanian UGM, dan Kosmopolis Rempah UGM telah dilaksanakan pada Sabtu, 28 November 2021 melalui platform Zoom. Narasumber dari webinar ini yaitu Dr. Dwi Larasatie Nur Fibri, S.T.P., Ir. Gunawan Wibisono, Prof. Dr. Takuya Sugahara, Dr. Ir. Supriyadi, M.Sc., Prof. Dr. Edy Meiyanto, Apt.

Pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan tanaman rempah asli Indonesia yang ditemukan pertama kali di Kepulauan Banda Provinsi Makulu, Indonesia Timur. Tanaman ini digemari masyarakat dalam negeri dan luar negeri karena bernilai ekonomi tinggi dan masih diperdagangkan sejak zaman kuno dahulu hingga sekarang. Nilai ekonomi pala paling tinggi pada bagian biji dan fuli.

Saat ini, Indonesia menjadi negara produsen pala terbesar ketiga setelah India dan Guatemala. Pada tahun 2017, produksi pala mencapai 34.385 ton dan total ekspor mencapai 55,7% produksi nasional (36.242 ton). Memperhatikan pentingnya nilai ekonomis dan permintaan pala dunia yang tinggi, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian berupaya membuat program pengembangan pala yang diharapkan bisa meningkatkan ekspor pala dari Indonesia menuju 42.900 ton ton pada tahun 2021.

Selain berperan dalam nilai ekonomi, pala juga bermanfaat dalam dunia kuliner. Biji pala umumnya digunakan pada makanan manis dan kaya rempah, seperti produk roti, bumbu dasar (masakan daging, bumbu siap saji, mie instan), serta produk minuman dan makanan penutup (dessert). Selain itu, daging buah pala juga dapat dibuat menjadi acar pala, manisan pala, selai pala, dan lain-lain.

Dalam dunia kuliner, pala bermanfaat untuk membangkitkan aroma dan rasa pada makanan, menunjang keberadaan cita rasa alami pada makanan, menghindari cita rasa dan bau yang tidak enak (off-flavor dan off-odors), serta sebagai pengawet alami bahan makanan. Untuk mengolah pala menjadi bahan dasar masakan perlu memperhatikan kualitas bahan baku sesuai dengan standar dan memastikan rangkaian proses produksi sesuai dengan persyaratan keamanan pangan.

Pala juga bermanfaat untuk kesehatan karena adanya komponen bioaktif. Komponen bioaktif yang ada pada pala, antara lain antibakteri, antioksidan, antifungal, dan antiinflamasi. Pala juga dimanfaatkan untuk pembuatan minyak atsiri yang berguna untuk bahan parfum, kosmetik, sabun, aromaterapi, kemoprevensi, pembersih, perasa, adhesive, medis, pembasmi serangga, dan dentistry. Selain itu, pala dapat dimanfaatkan juga sebagai bahan anti-aging untuk menghambat terjadinya penuaan dini.

Selain pala, terdapat pula biji jinten yang menjadi salah satu rempah-rempah yang popular di dunia. Biji jintan memiliki potensi sebagai pangan fungsional dan bahan anti alergi. Efek anti alergi pada jintan diperoleh dari ekstrak air biji jintan yang bermanfaat untuk menyembuhkan pollinosis, alergi makanan, dan atopic dermatitis.

Related Posts

Kuliah Tamu Prof. Beom Soo Kim Bahas Strategi Publikasi di Jurnal Bereputasi Internasional

Kabar DepartemenKuliah TamuSDG 17: KEMITRAAN UNTUK MENCAPAI TUJUANSDG 4: PENDIDIKAN BERKUALITASSDG 9: INDUSTRI INOVASI DAN INFRASTRUKTUR Selasa, 12 Mei 2026

Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kuliah tamu pada 5 Mei 2026 dengan menghadirkan Prof. Beom Soo Kim dari Chungbuk University, Korea Selatan, dengan topik “How to Publish in High-Impact […].

Mengenal Rantai Pengolahan Kopi, Mahasiswa S2 ITP dan THP UGM Kunjungi Industri Kopi

Kabar DepartemenSDG 4: PENDIDIKAN BERKUALITAS Kamis, 30 April 2026

Yogyakarta – Mahasiswa baru angkatan 2025/2026 semester genap Program Magister Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) dan Magister Teknologi Hasil Perkebunan (THP) Universitas Gadjah Mada melakukan kunjungan industri ke Pabrik dan Museum Kopi Banaran serta Pawon […].

Dari Industri ke Kampus, Alumni TPHP UGM Berbagi Praktik Keamanan Pangan di Restoran

Dosen TamuKabar DepartemenSDG 12: KONSUMSI DAN PRODUKSI YANG BERTANGGUNG JAWABSDG 3: KEHIDUPAN SEHAT DAN SEJAHTERA Rabu, 29 April 2026

Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Universitas Gadjah Mada (TPHP UGM) kembali menghadirkan praktisi industri dalam kegiatan kuliah tamu untuk memperkaya wawasan mahasiswa. Kali ini, Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM (TPHP) mengundang alumninya, […].

Wisuda Pascasarjana TPHP UGM: Mencetak Inovator Masa Depan di Bidang Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian

Kabar DepartemenSDG 4: PENDIDIKAN BERKUALITAS Jumat, 24 April 2026

Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, kembali melepas lulusan pascasarjana pada periode wisuda kali ini pada Kamis, 23 April 2026.
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) – UGM

Jl. Flora No. 1, Bulaksumur

Yogyakarta, Indonesia, 55281

E-mail : tphp@ugm.ac.id

Telp. 0274-549650

LINK PILIHAN

  • PENELITIAN UGM
  • PENGABDIAN UGM
  • FTP UGM
  • Pascasarjana FTP UGM

INFO JURNAL

  • IFNP
  • Agritech
  • Food Science
  • Perpusnas
  • Science Direct
  • Scopus
  • Wiley Online Library

AKREDITASi

IKUTI KAMI

[smbtoolbar]

© Universitas Gadjah Mada

PENELITIAN UGMPENGABDIAN UGMFTP UGMPascasarjana FTP UGM