• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Beranda
  • Profil
    • Pengantar
    • Visi, Misi, Tujuan
    • Profil & Capaian
    • Struktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf
    • Kontak Kami
  • Akademik
    • Sarjana
      • S-1 TPHP
    • Magister
      • S-2 ITP
      • S-2 THP
    • Doktoral
      • S-3 Ilmu Pangan
    • Pendaftaran
    • Akreditasi
    • Kalender Akademik
  • Mahasiswa
    • Info Akademik
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang Industri
    • Beasiswa
    • Student Mobility
    • Tugas Akhir
    • Alumni
    • Karir
  • Fasilitas
    • Laboratorium
      • Bioteknologi
      • Pangan dan Gizi
      • Rekayasa Proses
      • Kimia Biokimia Pangan dan Hasil Pertanian
      • Pengelolaan Limbah
      • Latihan
    • Perpustakaan
    • Internet
    • E-Jurnal
    • Public Service
  • Aktivitas
    • Penelitian
      • Seminar
      • Publikasi
    • Pengabdian
    • Kerja Sama
  • Home
  • Berita
  • Dosen Tamu

Kuliah Tamu Evaluasi Perancangan Pabrik: Major Challenges in Setting Supply Objectives and Strategy

  • Dosen Tamu, Kabar Departemen, Kuliah Tamu
  • 11 Juni 2021, 15.39
  • Oleh : ndf

Pada hari Kamis, 10 Juni 2021, mata kuliah Evaluasi Perancangan Pabrik TPHP UGM mengadakan kuliah tamu yang bertema “Major Challenges in Setting Supply Objectives and Strategy”. Kuliah tamu ini dibawakan oleh Clara Uniek Melanie Christie dari PT. Freyabadi Indotama dan dipandu oleh Dr.nat.techn. FMC Sigit Setyabudi, S.T.P., M.P., dosen TPHP UGM. Kuliah tamu yang berlangsung pukul 11.00-12.40 WIB ini dilaksanakan melalui platform Ms Teams dan diikuti oleh 112 peserta.

Supply chain atau rantai pasokan adalah jaringan antara perusahaan dan pemasoknya untuk memproduksi dan mendistribusikan produk tertentu ke pelanggan. Jaringan ini biasanya mencakup customer order, PPIC, purchasing, produksi, dan distribusi. Hal tersebut perlu dijaga dengan menyediakan aliran bahan, pasokan, dan layanan seperti yang dibutuhkan oleh pelanggan.

Supply chain merupakan jaringan yang penuh ketidakpastian sehingga diperlukan adanya manajemen persediaan untuk menentukan tingkat persediaan atau inventory yang tepat. Inventory yang terlalu banyak akan membuat uang yang dikeluarkan suatu perusahaan akan mati dalam modal kerja karena tingginya biaya penyimpanan barang dan biaya operasional dalam gudang, namun inventory yang terlalu sedikit juga dapat mengakibatkan stock out (kekurangan bahan baku) sehingga nantinya akan membuat pelanggan perusahaan tersebut kecewa. Untuk menghindari terjadinya hal-hal tersebut, maka perlu diadakan buffer stock dalam manajemen persediaan.

Buffer stock atau safety stock (stok pengaman) merupakan persediaan yang biasanya disiapkan oleh sebuah perusahaan dengan cara melebihkan jumlah stok suatu barang dalam gudang dengan tujuan untuk mengantisipasi adanya stock out (kekurangan bahan baku atau barang). Stock out biasanya muncul karena permintaan pelanggan yang terlalu tinggi dan tidak terduga datangnya akan permintaan atas suatu barang tersebut. Buffer stock harus dikendalikan atau dikelola dengan baik, baik itu stok untuk bahan baku (raw material) maupun stok untuk produk/barang jadi (finished good).

Terdapat 3 hal yang wajib dipertimbangkan dalam perhitungan buffer stock, yaitu variasi permintaan, lead time, dan service level. Permintaan pelanggan atas suatu produk selalu bervariasi atau tidak konstan sehingga variasi permintaan harus berbanding lurus dengan buffer stock supaya peluang terjadinya stock out akan kecil. Lead time merupakan durasi waktu pada saat perusahaan memesan suatu barang hingga barang tersebut sampai ke tangan si pemesan. Semakin lama lead time yang tertera maka semakin besar juga buffer stock yang harus dipersiapkan agar ketika permintaan atas barang secara tidak terduga meningkat, setidaknya perusahaan sudah memiliki stok lebih akan permintaan tersebut. Service level perlu ditetapkan oleh setiap perusahaan berapa yang bisa mereka berikan kepada setiap pelanggannya. Semakin besar service level yang diberikan kepada pelanggan maka semakin besar pula buffer stock yang harus dipersiapkan oleh perusahaan.

Kontinuitas pasokan perlu dilakukan supaya supply chain dapat terus berputar sebagaimana mestinya. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat melakukan kontinuitas pasokan, antara lain memproduksi sendiri atau membeli dari industri lain, kualitas bahan (standar/spesial), sumber (lokal/regional, satu/lebih pemasok), cara pemasokan (blanket order/bid/kontrak), dan penggunaan bahan substitusi. Namun, untuk penggunaan bahan subtitusi harus dipertimbangkan secara matang karena akan mempengaruhi spesifikasi produk (nutrition facts dan klaim labelling), handling bahan, proses produksi, dan biaya yang diperlukan untuk proses keseluruhan.

“Untuk keberlanjutan berfokus pada pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sehingga diharapkan bahan-bahan yang ada saat ini tetap ada sampai generasi-generasi mendatang,” ujar Bu Uniek. Konsep keberlanjutan terdiri dari tiga pilar: ekonomi, lingkungan, dan sosial –  juga dikenal secara informal sebagai keuntungan, planet, dan manusia.

Video Kuliah Tamu Evaluasi Perancangan Pabrik dapat diakses melalui tautan berikut

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=YiZkJlK0fB8[/embedyt]

Related Posts

Kuliah Tamu Prof. Beom Soo Kim Bahas Strategi Publikasi di Jurnal Bereputasi Internasional

Kabar DepartemenKuliah TamuSDG 17: KEMITRAAN UNTUK MENCAPAI TUJUANSDG 4: PENDIDIKAN BERKUALITASSDG 9: INDUSTRI INOVASI DAN INFRASTRUKTUR Selasa, 12 Mei 2026

Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kuliah tamu pada 5 Mei 2026 dengan menghadirkan Prof. Beom Soo Kim dari Chungbuk University, Korea Selatan, dengan topik “How to Publish in High-Impact […].

Mengenal Rantai Pengolahan Kopi, Mahasiswa S2 ITP dan THP UGM Kunjungi Industri Kopi

Kabar DepartemenSDG 4: PENDIDIKAN BERKUALITAS Kamis, 30 April 2026

Yogyakarta – Mahasiswa baru angkatan 2025/2026 semester genap Program Magister Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) dan Magister Teknologi Hasil Perkebunan (THP) Universitas Gadjah Mada melakukan kunjungan industri ke Pabrik dan Museum Kopi Banaran serta Pawon […].

Dari Industri ke Kampus, Alumni TPHP UGM Berbagi Praktik Keamanan Pangan di Restoran

Dosen TamuKabar DepartemenSDG 12: KONSUMSI DAN PRODUKSI YANG BERTANGGUNG JAWABSDG 3: KEHIDUPAN SEHAT DAN SEJAHTERA Rabu, 29 April 2026

Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Universitas Gadjah Mada (TPHP UGM) kembali menghadirkan praktisi industri dalam kegiatan kuliah tamu untuk memperkaya wawasan mahasiswa. Kali ini, Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM (TPHP) mengundang alumninya, […].

Wisuda Pascasarjana TPHP UGM: Mencetak Inovator Masa Depan di Bidang Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian

Kabar DepartemenSDG 4: PENDIDIKAN BERKUALITAS Jumat, 24 April 2026

Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, kembali melepas lulusan pascasarjana pada periode wisuda kali ini pada Kamis, 23 April 2026.
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) – UGM

Jl. Flora No. 1, Bulaksumur

Yogyakarta, Indonesia, 55281

E-mail : tphp@ugm.ac.id

Telp. 0274-549650

LINK PILIHAN

  • PENELITIAN UGM
  • PENGABDIAN UGM
  • FTP UGM
  • Pascasarjana FTP UGM

INFO JURNAL

  • IFNP
  • Agritech
  • Food Science
  • Perpusnas
  • Science Direct
  • Scopus
  • Wiley Online Library

AKREDITASi

IKUTI KAMI

[smbtoolbar]

© Universitas Gadjah Mada

PENELITIAN UGMPENGABDIAN UGMFTP UGMPascasarjana FTP UGM