• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Teknologi Pertanian
Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
  • Beranda
  • Profil
    • Pengantar
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Dosen
    • Staf
    • Akreditasi
    • Kontak Kami
  • Akademik
    • Sarjana
      • S-1 TPHP
    • Magister
      • S-2 ITP
      • S-2 THP
    • Doktoral
      • S-3 Ilmu Pangan
    • Pendaftaran
    • Kalender Akademik
    • Panduan Akademik
  • Mahasiswa
    • Info Akademik
    • Organisasi Mahasiswa
    • Magang Industri
    • Beasiswa
    • Student Mobility
    • Tugas Akhir
    • Alumni
    • Karir
  • Fasilitas
    • Laboratorium
      • Bioteknologi
      • Pangan dan Gizi
      • Rekayasa Proses
      • Kimia Biokimia Pangan dan Hasil Pertanian
      • Pengelolaan Limbah
      • Latihan
    • Perpustakaan
    • Internet
    • E-Jurnal
    • Public Service
  • Aktivitas
    • Penelitian
      • Seminar
      • Publikasi
    • Pengabdian
    • Kerja Sama
  • Home
  • Berita
  • Dosen Tamu

Bioteknologi Sintetik dan Inovasi Mikroba: Langkah Menuju Bioekonomi Berkelanjutan

  • Dosen Tamu, Kabar Departemen, SDG 2: TANPA KELAPARAN, SDG 9: INDUSTRI INOVASI DAN INFRASTRUKTUR
  • 27 Agustus 2026, 13.26
  • Oleh : ndf

Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM menghadirkan Prof. Dr. Thomas Brück, Werner Siemens-Chair of Synthetic Biotechnology dari Technical University of Munich (TUM), dalam kuliah tamu bertajuk “Towards a Circular Bioeconomy: A Tale of Natural and Genetically Tailored Microbial Biocatalyst Approaches” pada Kamis (20/8). Mengangkat tema Sustainable Biotechnologies, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan akademisi untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan bioteknologi sintetik serta pemanfaatannya dalam menjawab tantangan lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Topik tersebut juga sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan pengetahuan dan kapasitas generasi muda dalam bidang sains dan teknologi berkelanjutan.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah pemanfaatan biokatalis dan mikroorganisme untuk mengubah sumber daya terbarukan maupun residu menjadi produk bernilai tambah. Pendekatan tersebut mencakup penggunaan designer cells, mikroalga, ragi penghasil minyak, serta proses biokatalisis bebas sel. Pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien dan pengolahan residu menjadi produk baru menunjukkan penerapan prinsip ekonomi sirkular yang mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Prof. Brück kemudian menjelaskan pengembangan oleaginous yeast sebagai alternatif sumber minyak nabati. Salah satu mikroorganisme yang menjadi perhatian adalah Cutaneotrichosporon oleaginosus, yang mampu mengakumulasi lipid hingga 75% dari bobot kering biomassa, memiliki siklus produksi sekitar tujuh hari, serta mampu memanfaatkan berbagai jenis gula sebagai substrat. Teknologi tersebut dikembangkan hingga skala pilot 1.000 liter dan diarahkan untuk menghasilkan minyak yang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi pangan dan industri. 

Konsep ekonomi sirkular juga ditunjukkan melalui pemanfaatan roti sisa sebagai bahan baku produksi minyak mikroba. Produk bakery yang masih layak tetapi tidak lagi dipasarkan dapat dikonversi melalui fermentasi ragi menjadi minyak. Hasil penelitian yang dipaparkan menunjukkan bahwa minyak ragi memiliki karakteristik fisik yang setara dengan minyak sawit untuk aplikasi bakery, sementara pengembangannya berpotensi mengurangi penggunaan lahan dan emisi karbon. Selain ragi, mikroalga menjadi sumber daya biologis lain yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pangan dan produk berkelanjutan. Prof. Brück menjelaskan bahwa mikroalga dapat tumbuh lebih cepat dibandingkan tanaman terestrial dan menghasilkan minyak dengan produktivitas per satuan lahan yang tinggi. Biomassa mikroalga juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan protein, vitamin, asam lemak, karotenoid, serta senyawa bioaktif. Pengembangan teknologi kultivasi dan pemanfaatan mikroalga menunjukkan peluang inovasi di bidang pangan dan bioproduk sekaligus mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 9, khususnya melalui eksplorasi sumber pangan alternatif dan teknologi produksi yang lebih efisien.
Pada bagian akhir, Prof. Brück menyoroti perkembangan synthetic biotechnology melalui rekayasa enzim, metabolic engineering, kecerdasan buatan (AI), dan robotika. Salah satu contohnya adalah rekayasa terpene synthase untuk menghasilkan senyawa bioaktif secara lebih berkelanjutan dan spesifik. AI dapat digunakan untuk memprediksi mutasi yang meningkatkan stabilitas protein, sementara kombinasi robotika dan AI memungkinkan proses skrining dilakukan lebih cepat. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa bioteknologi masa depan berpotensi menghadirkan sistem produksi yang lebih efisien, sirkular, dan rendah dampak lingkungan, sekaligus memperkuat pencapaian SDG 9, SDG 12, dan SDG 13. Melalui kolaborasi akademik dan pengembangan inovasi berbasis sains, kuliah tamu ini menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mempersiapkan solusi menuju bioekonomi yang berkelanjutan.

Oleh: Okta I. Latifa

Tags: SDG 2: TANPA KELAPARAN SDG 9: INDUSTRI INOVASI DAN INFRASTRUKTUR

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Related Posts

TPHP UGM Lepas 22 Lulusan Pascasarjana pada Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027

Kabar DepartemenSDG 4: PENDIDIKAN BERKUALITASSDG 8: PEKERJAAN LAYAK DAN PERTUMBUHAN EKONOMISDG 9: INDUSTRI INOVASI DAN INFRASTRUKTUR Senin, 2 November 2026

Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Gadjah Mada (TPHP UGM) melepas 22 lulusan program pascasarjana dalam Upacara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM Periode I Tahun Akademik 2026/2027.

TPHP UGM Resmikan Kitchen Lab Laboratorium Pangan dan Gizi untuk Mendukung Pembelajaran dan Inovasi Pangan

Kabar DepartemenSDG 12: KONSUMSI DAN PRODUKSI YANG BERTANGGUNG JAWABSDG 4: PENDIDIKAN BERKUALITASSDG 9: INDUSTRI INOVASI DAN INFRASTRUKTUR Rabu, 21 Oktober 2026

Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), meresmikan Kitchen Lab Laboratorium Pangan dan Gizi pada Senin (19/10). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya pengembangan fasilitas laboratorium untuk mendukung […].

Raih Kompetisi Ilmiah, Dua Mahasiswa S2 ITP UGM Wakili Indonesia di FAO Global Conference

Kabar DepartemenSDG 12: KONSUMSI DAN PRODUKSI YANG BERTANGGUNG JAWABSDG 2: TANPA KELAPARANSDG 9: INDUSTRI INOVASI DAN INFRASTRUKTUR Jumat, 9 Oktober 2026

Dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Evelyn Gabriella Suliantoro dan Husnul Wati, terpilih menjadi delegasi Indonesia dari Universitas Gadjah Mada untuk menghadiri FAO Global Conference for Actions on One Health in Agrifood Systems, yang berlangsung […].

TPHP UGM Dampingi Siswa SMA Negeri 1 Wadaslintang Kembangkan Riset dan Inovasi Pangan Lokal

Kabar DepartemenSDG 17: KEMITRAAN UNTUK MENCAPAI TUJUANSDG 4: PENDIDIKAN BERKUALITASSDG 9: INDUSTRI INOVASI DAN INFRASTRUKTUR Jumat, 9 Oktober 2026

Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) UGM kembali mendampingi siswa SMA Negeri 1 Wadaslintang, Wonosobo, dalam mengembangkan gagasan penelitian dan inovasi produk untuk kompetisi Karya Ilmiah Remaja (KIR), Selasa (29/9), di Ruang 384 FTP […].
Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) – UGM

Jl. Flora No. 1, Bulaksumur

Yogyakarta, Indonesia, 55281

E-mail : tphp@ugm.ac.id

Telp. 0274-549650

LINK PILIHAN

  • PENELITIAN UGM
  • PENGABDIAN UGM
  • FTP UGM
  • Pascasarjana FTP UGM

INFO JURNAL

  • IFNP
  • Agritech
  • Food Science
  • Perpusnas
  • Science Direct
  • Scopus
  • Wiley Online Library

AKREDITASI

IKUTI KAMI

[smbtoolbar]

© Universitas Gadjah Mada

PENELITIAN UGMPENGABDIAN UGMFTP UGMPascasarjana FTP UGM