Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Universitas Gadjah Mada menghadirkan Ir. Satria Gentur Pinandita dari PT Ajinomoto dalam kuliah tamu mata kuliah Pengantar Teknologi Pertanian di Ruang 102 Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Senin (14/9), untuk membekali mahasiswa semester pertama mengenai kompetensi, sikap kerja, dan pola pikir yang diperlukan dalam menghadapi dunia industri pangan.
Dalam pemaparannya, Satria menjelaskan bahwa bekerja di industri pangan tidak hanya berkaitan dengan proses produksi, mutu, dan efisiensi, tetapi juga membawa tanggung jawab terhadap produk yang nantinya dikonsumsi masyarakat. Menurutnya, pemahaman mengenai teknologi pangan juga dekat dengan kehidupan sehari-hari karena dapat membantu seseorang memahami bagaimana suatu produk dibuat, memilih pangan, hingga mempertimbangkan aspek mutu dan keamanan produk yang dikonsumsi.
“Produk yang kita hasilkan nantinya akan dikonsumsi masyarakat, termasuk keluarga dan orang-orang terdekat kita,” ungkap Satria. Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk melihat pekerjaan di industri pangan tidak semata-mata sebagai aktivitas teknis, tetapi juga sebagai tanggung jawab profesional terhadap konsumen.
Berbekal pengalamannya di industri, Satria turut memberikan gambaran mengenai kompetensi yang dibutuhkan lulusan TPHP pada berbagai bidang pekerjaan, mulai dari produksi hingga penelitian dan pengembangan (research and development). Selain penguasaan aspek teknis, mahasiswa perlu membangun kebiasaan kerja profesional sejak masa perkuliahan.
Menurut Satria, ketelitian menjadi salah satu aspek penting karena kesalahan dalam lingkungan industri dapat berpengaruh terhadap prosedur kerja, presisi proses, produksi dalam skala besar, hingga reputasi perusahaan. Mahasiswa juga perlu membiasakan diri mencari informasi secara menyeluruh ketika menghadapi persoalan atau kondisi yang belum pasti.
“Maksimalkan komunikasi dan cari semua informasi yang diperlukan,” ujarnya saat menjawab pertanyaan mahasiswa mengenai cara menghadapi ketidakpastian, termasuk ketika harus menentukan material atau bahan yang akan digunakan dalam pekerjaan.
Kuliah tamu berlangsung interaktif melalui sesi diskusi antara mahasiswa dan narasumber. Sejumlah mahasiswa mengajukan pertanyaan mengenai kondisi nyata dunia kerja, termasuk bagaimana menghadapi tekanan profesional. Menanggapi pertanyaan tersebut, Satria menekankan bahwa ketangguhan perlu dilatih secara bertahap sejak masa perkuliahan.
Menurutnya, mahasiswa perlu membangun kemampuan untuk tetap kuat ketika menghadapi tekanan, tantangan, maupun situasi yang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Kemampuan tersebut berjalan beriringan dengan komunikasi, kemauan mencari informasi, serta kesiapan mengambil tanggung jawab dalam pekerjaan.
Kuliah tamu merupakan bagian dari mata kuliah Pengantar Teknologi Pertanian yang wajib diikuti mahasiswa TPHP semester pertama. Melalui pertemuan dengan praktisi industri, mahasiswa diperkenalkan sejak awal pada ruang lingkup pekerjaan lulusan serta hubungan antara pembelajaran akademik dan penerapannya di lingkungan profesional.
Penulis: Firstnandita Keisha