Yogyakarta – Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) kembali menyelenggarakan kuliah tamu untuk mahasiswa pada mata kuliah Pengembangan Produk dan Proses pada Rabu, 1 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan Wednes Aria Yuda, S.T.P., M.Sc., Chocolate Technology Officer PT nDalem Value Creation Indonesia, dengan materi bertajuk “Innovation to Market in Food Technology.”
Dalam kuliah tersebut, Wednes mengajak mahasiswa memahami bahwa banyak produk pangan inovatif gagal di p-asar bukan karena idenya kurang baik, tetapi karena tidak memahami sistem yang lebih luas. Ia menjelaskan berbagai tantangan nyata dalam inovasi pangan, seperti tingginya tingkat kegagalan produk, inovasi yang berhenti di laboratorium dan tidak sampai ke pasar (lab trap), serta kompleksitas sistem yang melibatkan banyak pihak.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah perbedaan antara invention dan innovation. Menurutnya, invention adalah proses menciptakan sesuatu yang baru, sedangkan innovation adalah sesuatu yang baru dan benar-benar digunakan oleh pasar. Melalui penjelasan ini, mahasiswa diajak melihat bahwa pengembangan produk tidak berhenti pada penciptaan ide, tetapi juga pada bagaimana ide tersebut dapat diterima dan memberi nilai nyata.
Agar materi lebih aplikatif, mahasiswa mengikuti tugas kelompok sambil mencicipi cokelat yang dibawa narasumber. Dari produk tersebut, mereka diminta mengidentifikasi mana yang termasuk invention, innovation, dan improvement. Suasana kelas pun menjadi lebih interaktif dan kontekstual.
Wednes juga menekankan bahwa pengembangan produk pangan tidak hanya soal rasa atau flavor, tetapi juga berkaitan erat dengan supply chain management, consumer behavior, serta economic and profitability. Untuk itu, mahasiswa perlu memahami bagaimana dunia industri bekerja secara menyeluruh.
Dalam sesi ini, mahasiswa juga diperkenalkan pada Design Thinking Framework yang meliputi Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Ia menegaskan bahwa dalam sistem pangan, empati tidak hanya ditujukan kepada konsumen, tetapi juga kepada petani dan produsen sebagai bagian penting dalam rantai nilai pangan.
Sebagai penutup, Wednes membagikan contoh inovasi dari Cokelat nDalem, seperti Chocolate with Spices, Chocolate Experience, dan Storytelling Origin. Melalui contoh tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa inovasi pangan bukan hanya soal menciptakan produk, tetapi juga membangun nilai, pengalaman, dan cerita di baliknya.
Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa inovasi yang berhasil harus berangkat dari persoalan nyata, didukung rantai pasok yang baik, dan mampu menjawab kompleksitas pasar. Kegiatan ini juga mencerminkan kontribusi pembelajaran TPHP terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan inovasi berbasis kebutuhan industri, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemahaman sistem pangan yang lebih berkelanjutan, serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pembekalan mahasiswa dengan wawasan pengembangan produk yang relevan dengan dunia kerja dan pasar.