Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Magister Ilmu dan Teknologi Pangan, Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Dua mahasiswa, Fiki Ni’matul Jannah dan Nur Afni Rezkika, berhasil menorehkan capaian gemilang dalam ajang 2nd International Student Summit (2nd ISS) 2026 yang diselenggarakan pada 14–15 Februari 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Kegiatan internasional tersebut diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan International Student Association (INSAN), Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), dan World Association of Young Scientists (WAYS). Dalam ajang tersebut, Fiki Ni’matul Jannah dan Nur Afni Rezkika berhasil meraih Gold Medal, Best Presentation Award, serta 3rd Winner Overall, sebuah capaian yang menunjukkan daya saing mahasiswa UGM di tingkat internasional.
Dalam kompetisi tersebut, Fiki Ni’matul Jannah dan Nur Afni Rezkika mengangkat inovasi yang berfokus pada upaya meningkatkan keamanan pangan melalui pemantauan kualitas daging ayam secara real-time. Daging ayam merupakan salah satu sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat, namun sangat rentan mengalami penurunan kualitas akibat kontaminasi mikroorganisme, terutama pada sistem penjualan terbuka seperti pasar tradisional. Kondisi ini kerap luput dari perhatian konsumen karena secara visual daging masih tampak segar, padahal secara mikrobiologis telah mengalami pembusukan yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Sebagai solusi, keduanya mengembangkan intelligent biopackaging berupa smart sticker berbasis ekstrak kulit buah naga yang mengandung pigmen betalain, yaitu senyawa alami yang sensitif terhadap perubahan pH. Inovasi ini juga terintegrasi dengan aplikasi MeatSafe yang mampu membaca dan menganalisis perubahan warna menggunakan kamera smartphone, sehingga konsumen dapat memperoleh informasi kualitas daging secara lebih objektif dan praktis. Selain menawarkan pendekatan yang inovatif dalam pemantauan mutu pangan, pengembangan ini juga memanfaatkan limbah kulit buah naga sebagai bahan baku, sehingga sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular.
Inovasi tersebut tidak hanya relevan dari sisi keilmuan, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya peningkatan keamanan pangan dan perlindungan kesehatan konsumen selaras dengan SDG 3: Good Health and Well-being, sementara pemanfaatan limbah kulit buah naga sebagai material bernilai tambah mendukung SDG 12: Responsible Consumption and Production. Di sisi lain, pengembangan teknologi kemasan cerdas berbasis bahan alami dan integrasi dengan aplikasi digital juga mencerminkan semangat SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure.
Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Magister Ilmu dan Teknologi Pangan UGM mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan global. Keberhasilan Fiki Ni’matul Jannah dan Nur Afni Rezkika diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, memperluas pengalaman akademik, serta berani membawa gagasan inovatif ke forum internasional.
Ditulis oleh: Firstnandita Keisha