Dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Universitas Gadjah Mada, Bambang Dwi Wijatniko, S.T.P., M.Agr.Sc., M.Sc., Ph.D., menorehkan capaian akademik di tingkat internasional. Pada ajang The International Halal Science and Technology Conference (IHSATEC) 2025: 18th Halal Science Industry and Business (HASIB), Dr. Bambang berhasil meraih penghargaan Best Oral Presentation pada kategori kluster Science, Technology, dan Innovation, sebuah pengakuan atas kontribusi ilmiah yang dinilai unggul baik dari sisi substansi riset maupun penyampaian akademik.
Penghargaan tersebut diterima dalam rangkaian konferensi yang diselenggarakan pada 19 Desember 2025 di Bangkok, Thailand. IHSATEC 2025: 18th HASIB merupakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan perkembangan terkini dalam ilmu dan teknologi halal, termasuk inovasi produk, proses, serta implikasinya bagi industri dan masyarakat global.
Dr. Bambang meraih penghargaan melalui penelitian berjudul “Development and Application of Plant-Based Binder from Protein Concentrate Pigeon Pea (Cajanus cajan L. Millsp.)”. Penelitian ini berfokus pada pengembangan bahan pengikat berbasis nabati yang berasal dari konsentrat protein kacang gude, sebuah komoditas legum yang memiliki potensi besar namun masih relatif kurang dimanfaatkan secara optimal dalam industri pangan.
Melalui pendekatan ilmiah yang komprehensif, penelitian tersebut mengeksplorasi karakteristik fungsional protein kacang gude serta aplikasinya sebagai bahan pengikat dalam produk pangan. Temuan ini tidak hanya relevan dalam konteks inovasi teknologi pangan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan bahan alternatif yang selaras dengan prinsip halal dan kebutuhan industri pangan modern yang semakin berorientasi pada sumber daya berbasis tumbuhan.
IHSATEC sendiri merupakan hasil kolaborasi antara The Halal Science Center, Chulalongkorn University, Thailand, dan Research Synergy Foundation. Konferensi ini secara konsisten menjadi ruang akademik yang mendorong pertukaran gagasan lintas disiplin dan lintas negara, serta membuka peluang bagi berbagai lapisan akademisi—mulai dari mahasiswa hingga peneliti senior—untuk mempresentasikan hasil penelitian mutakhir mereka.
Prestasi yang diraih Dr. Bambang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika, khususnya dosen dan mahasiswa, untuk terus mengembangkan penelitian yang relevan, inovatif, dan berdampak luas.
Penulis: Firstnandita K