Yogyakarta – Dosen Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Universitas Gadjah Mada, Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc., berhasil meraih Ristek Kalbe Science Awards (RKSA) 2025 yang mengusung tema “Kerja Sama Pentahelix dalam Menunjang Hilirisasi Penelitian”. Penganugerahan RKSA 2025 digelar pada Rabu malam (3/12/2025) di Auditorium Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, dan dihadiri oleh para akademisi dari berbagai universitas ternama di Indonesia.
Dalam sambutannya, Irawati Setiady, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, menegaskan bahwa RKSA 2025 merupakan wujud nyata komitmen Kalbe dalam memperkuat riset nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam inovasi sains dan teknologi, sehingga diperlukan dukungan berkelanjutan agar hasil penelitian dapat berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Program RKSA diharapkan mampu mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat hilirisasi riset.
Pada kompetisi tersebut, Dr. Widiastuti mengusung riset berjudul “Hilirisasi Tablet Effervescent Kombucha Rosella sebagai Minuman Fungsional Antidiabetik dengan Integrasi Kalibrasi AI-NIR untuk Pengendalian Mutu Real-Time”. Penelitian ini mengombinasikan rosella yang kaya antioksidan, proses fermentasi kombucha untuk meningkatkan bioaktivitas, serta teknologi foam-mat drying untuk menghasilkan sediaan bubuk yang stabil dan mudah diaplikasikan dalam bentuk tablet effervescent. Selain itu, pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Near Infrared Spectroscopy (NIR) memungkinkan pengendalian mutu produk dilakukan secara real-time dengan tingkat akurasi tinggi.
Inovasi ini tidak hanya ditujukan sebagai solusi praktis bagi penderita diabetes, tetapi juga memberikan dampak sosial-ekonomi dengan mendukung petani rosella lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Riset tersebut melibatkan kerja sama lintas institusi, antara lain Universitas Telkom, Politeknik Negeri Jember, UPN Veteran Jatim, Erista Garden, dan Badan Standardisasi Nasional (BSN). Harapannya, capaian ini mampu menginspirasi peneliti muda untuk terus menghasilkan karya inovatif yang bermanfaat bagi kesehatan, perkembangan teknologi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Okta I. Latifa