Semarang, 16 Oktober 2025 — Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan kegiatan Kunjungan Industri bagi mahasiswa baru angkatan 2025. Kegiatan yang merupakan bagian dari mata kuliah Pengantar Teknologi Pertanian ini dilaksanakan pada Kamis (16/10) dengan mengunjungi dua perusahaan manufaktur yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah, yakni PT Marimas Putera Kencana (Marifood) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Noodle Division. Program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 2 (Zero Hunger) dan poin 8 (Decent Work and Economic Growth).

Pada kunjungan pertama di PT Marimas Putera Kencana, mahasiswa berkesempatan untuk menyaksikan secara langsung proses pembuatan minuman serbuk di ruang produksi. Tahapan yang diamati mencakup persiapan bahan baku, proses mixing, hingga pengemasan menggunakan mesin otomatis. Setiap mesin mampu mengemas hingga 2.000 sachet per hari, dan dengan jumlah mesin yang beroperasi, pabrik Marifood dapat memproduksi sekitar 20.000 sachet per hari.
Mahasiswa juga diajak mengunjungi ruang Quality Control (QC) untuk memahami pentingnya pengujian mutu produk dan kemasan. QC produk memastikan setiap batch sesuai standar kualitas, sementara QC kemasan bertugas mengecek potensi kebocoran atau kerusakan plastik yang dapat menyebabkan kontaminasi dan risiko bagi konsumen. Selama kunjungan, mahasiswa didampingi oleh dosen dan supervisor produksi yang menjelaskan proses serta menjawab berbagai pertanyaan dari peserta. Kegiatan diakhiri dengan sesi ramah tamah, di mana pihak perusahaan menyajikan minuman dan camilan untuk seluruh peserta.
Kunjungan berikutnya dilakukan ke PT Indofood CBP Noodle Division, tempat mahasiswa dapat mengamati proses pembuatan mi instan dari area pengamatan di atas ruang produksi. Proses produksi yang ditampilkan meliputi pencetakan adonan, penggorengan, hingga pengemasan dalam kemasan primer. Seluruh tahapan dilakukan secara otomatis tanpa kontak langsung dengan tangan manusia, dengan operator bertugas memastikan mesin berjalan optimal dan proses produksi berjalan lancar.
Usai sesi pengamatan, mahasiswa berkumpul di aula untuk mendengarkan paparan dari pihak perusahaan. Dalam kesempatan ini, Bapak Bagus Bayu Prabowo Aji, selaku Industrial and Public Relation PT Indofood CBP Noodle Division Semarang, menjelaskan sejarah perkembangan produk mi instan dan meluruskan mitos yang beredar di masyarakat, seperti penggunaan lilin sebagai pengawet dan anjuran membuang air rebusan mi.
Beliau menegaskan bahwa pengawetan mi instan dilakukan melalui proses penggorengan, yang menurunkan kadar air hingga di bawah 10%, sehingga produk dapat disimpan dalam waktu lama tanpa risiko jamur atau mikroba pembusuk. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa air rebusan mi instan sebaiknya tidak dibuang, karena mengandung vitamin B hasil fortifikasi yang dapat larut dalam air. Dalam sesi tanya jawab, memperoleh wawasan bahwa setiap merek mi instan memiliki perbedaan bahan baku dan tekstur, terutama untuk memenuhi standar mutu yang berlaku di pasar internasional.

Dengan terselenggaranya kunjungan industri ini, diharapkan mahasiswa baru TPHP UGM dapat lebih memahami penerapan ilmu teknologi pangan dalam dunia industri, menumbuhkan minat terhadap proses produksi berbasis keamanan pangan, serta memupuk semangat untuk berkontribusi dalam pengembangan industri pangan berkelanjutan di masa depan.
Oleh: Okta I. Latifa