Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terdiri atas mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) dan Fakultas Peternakan berhasil meraih Gold Medal sekaligus 1st Winner pada ajang 3rd International Student Summit 2026 di Malaysia, 12–13 September 2026. Melalui inovasi biopreservatif sosis berbasis hasil samping industri susu, tim UGM memperoleh nilai tertinggi pada subtema Food serta menjadi pemenang pertama dari seluruh kategori perlombaan yang diselenggarakan oleh Santosa Foundation bekerja sama dengan Pusat Pembangunan Keusahawanan dan Kebolehpasaran Graduan (CEM), Universiti Putra Malaysia.
Tim yang beranggotakan Nattaya Ashri Syahrazad (TPHP 2024), Prima Cendekia (Peternakan 2024), dan Bangkit Setiyoko (Peternakan 2023) mengusung gagasan bertajuk “SOSAFE: Integrating Acid Whey, Lactiplantibacillus plantarum S21, and Machine Learning for Clean-Label Sausage Safety”. Inovasi ini memanfaatkan acid whey, hasil samping industri susu, yang difermentasi menggunakan Lactiplantibacillus plantarum S21 sebagai bahan pengembangan biopreservatif alami untuk mengurangi ketergantungan terhadap pengawet sintetis, khususnya nitrit. Gagasan tersebut juga dilengkapi aplikasi berbasis machine learning dan QR code untuk mendukung informasi produk, ketertelusuran bahan, serta pemantauan mutu pangan.
Nattaya menjelaskan bahwa SOSAFE berangkat dari keinginannya untuk mengaplikasikan ilmu yang dipelajari selama perkuliahan dalam menjawab permasalahan di masyarakat. Kolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Peternakan turut memperkaya gagasan melalui perpaduan keilmuan teknologi pangan dan peternakan, khususnya dalam pemanfaatan hasil samping industri susu.
“Menarik ketika ilmu dari bidang yang berbeda bisa dipadukan untuk menghasilkan sebuah gagasan, dan hal tersebut yang kami coba lakukan melalui SOSAFE bersama teman-teman dari Peternakan,” ungkapnya.
Keberhasilan meraih penghargaan pada kompetisi internasional ini diharapkan menjadi langkah awal bagi tim untuk melanjutkan pengembangan SOSAFE agar dapat diwujudkan menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. “Saya berharap penghargaan ini bisa menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan SOSAFE sehingga gagasan yang kami buat tidak hanya berhenti sebagai sebuah ide, tetapi bisa benar-benar diwujudkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa TPHP UGM untuk terus mengembangkan potensi diri, berani berinovasi, dan membangun kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab berbagai tantangan di bidang pangan. Melalui pengembangan gagasan yang berangkat dari permasalahan nyata, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung perkembangan industri pangan yang berkelanjutan.
Penulis: Firstnandita Keisha