Mahasiswa Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Gadjah Mada (TPHP UGM), Kezia Devina Tanadi, mengenalkan edukasi gizi, pengolahan pangan lokal, hingga pangan fungsional kepada masyarakat Desa Senaru dan Desa Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat melalui KKN-PPM UGM Bayan 2026 Periode II. Berbagai kegiatan tersebut melibatkan anak-anak hingga ibu-ibu dengan mengangkat topik yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Salah satunya dilakukan melalui program “Isi Piringku, Bekal Sehatku” bersama 34 siswa kelas 3 SD Negeri 1 Bayan. Kezia bersama mahasiswa lintas disiplin mengenalkan pentingnya gizi seimbang melalui makanan pokok, lauk-pauk, sayur, buah, dan susu. Siswa kemudian diajak menyusun bekal sehat secara langsung agar materi yang diberikan lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Edukasi gizi juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu yang memiliki bayi di Desa Senaru melalui sosialisasi dan praktik pembuatan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Sementara itu, potensi pangan lokal dikenalkan melalui pelatihan pembuatan Choco Mede Ball bersama ibu-ibu PKK. Kacang mede yang menjadi salah satu komoditas utama Desa Senaru diolah menjadi produk pangan yang lebih beragam dan memiliki nilai tambah.
Kezia juga mengenalkan potensi pangan fungsional kepada siswa melalui berbagai tanaman yang mudah dijumpai di sekitar mereka. Siswa belajar mengenai manfaat tanaman obat keluarga (TOGA), seperti kelor, lidah buaya, jahe, temu kunci, dan bunga telang, kemudian melakukan penanaman secara langsung. Dalam kegiatan lainnya, pengenalan manfaat daun kelor dan daun sirih dikemas melalui aktivitas ecoprint agar proses belajar lebih interaktif.
Sejumlah program tersebut dilaksanakan secara interdisipliner bersama mahasiswa dari program studi lainnya. Bagi Kezia, kolaborasi selama KKN menjadi kesempatan untuk membawa pengetahuan yang diperoleh di perkuliahan ke tengah masyarakat sekaligus belajar dari potensi dan pengalaman masyarakat setempat.
“Senang dan bersyukur sekali bisa berbagi ilmu bersama masyarakat Desa Senaru dan Bayan. Disisi lain, aku juga belajar banyak hal dari mereka. Semoga suatu saat nanti bisa kembali bertemu dan membawa cerita baru,” kata Kezia.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KKN menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan ilmu pangan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi hingga pemanfaatan komoditas dan tanaman lokal menjadi pangan yang lebih bernilai.
Penulis: Firstnandita Keisha
Foto: DDD KKN-PPM UGM Bayan 2026