Dua mahasiswa Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) berhasil meraih Juara 2 dalam ajang NAFTEC 1 (National Fishery Technology Competition) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Perikanan (HMJ THP), Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau (FPK UNRI).
Dalam kompetisi tersebut, Hasna Lutfia dan Sherly Agustin Primadhani (TPHP 2025) menyusun karya tulis ilmiah berjudul “Penerapan Zero Waste Processing pada Industri Patin: Inovasi Kaldu Bubuk dari Limbah Tulang dan Kepala Ikan”. Karya ini berangkat dari realitas tingginya produksi ikan patin di Indonesia yang turut mendorong berkembangnya industri filet ikan patin. Di balik proses pengolahan tersebut, dihasilkan limbah berupa tulang dan kepala ikan dalam jumlah signifikan, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Setelah mempelajari berbagai jurnal ilmiah, kami menemukan bahwa tulang dan kepala ikan patin masih memiliki kandungan gizi yang dapat diolah kembali, salah satunya menjadi kaldu bubuk,” ujar Hasna. Gagasan ini sekaligus mengusung konsep zero waste processing, yang sejalan dengan upaya pengurangan limbah dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Kompetisi NAFTEC 1 dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari seleksi karya tulis ilmiah hingga presentasi final di hadapan dewan juri. Bagi Hasna dan Sherly, keberhasilan melaju ke tahap tiga besar menjadi pengalaman akademik yang berharga, terlebih karena kompetisi ini merupakan ajang karya tulis ilmiah pertama yang mereka ikuti sebagai mahasiswa. “Sebagai mahasiswa semester awal, rasa gugup dan takut tentu ada, apalagi saat harus mempresentasikan ide di hadapan juri,” ungkap mereka.
Perjalanan tersebut akhirnya mengantarkan Hasna dan Sherly meraih Juara 2 NAFTEC 1. Ke depan, mereka berharap gagasan pemanfaatan limbah tulang dan kepala ikan patin ini dapat terus dikembangkan dan memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi permasalahan lingkungan. Lebih dari sekadar pencapaian kompetisi, karya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan keberlanjutan di sektor pangan, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berinovasi melalui pendekatan ilmiah yang berdaya guna.
Penulis: Firstnandita K