Yogyakarta – Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), Universitas Gadjah Mada, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dengan menyelenggarakan pelatihan bagi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (25/9) hingga Kamis (2/10) ini bertujuan membekali para guru dengan ilmu pengetahuan terbaru serta keterampilan praktis dalam pengujian laboratorium, sekaligus memperkuat kapasitas mereka dalam merancang pembelajaran berbasis proyek di bidang teknologi pangan.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Ir. Tyas Utami, M.Sc., Ketua Departemen TPHP UGM, dan dilanjutkan dengan praktik pembuatan sourdough yang dipandu oleh Dr. Rini Yanti, S.T.P., M.P. bersama tim pengajar. Program pelatihan dirancang dalam dua sesi besar, yaitu teori dan praktik, yang dipandu langsung oleh para dosen sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
Pada sesi teori, peserta mendapatkan pembekalan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Good Laboratory Practices (GLP), mikrobiologi, keamanan pangan, budaya industri, quality control, serta analisis zat gizi utama seperti protein, lemak, karbohidrat, serat, abu, dan kalori. Sementara itu, sesi praktik mengajak para guru untuk melakukan berbagai uji laboratorium menggunakan produk sourdough yang mereka hasilkan, mencakup analisis kadar air, abu, serat, protein, lemak, karbohidrat, hingga evaluasi mikrobiologi.
Menjelang akhir kegiatan, para peserta mempresentasikan hasil kerja kelompok, menjalani post-test, dan mengikuti evaluasi program. Pelatihan ditutup dengan penyerahan sertifikat sebagai bukti penyelesaian rangkaian pelatihan, menandakan bahwa para guru telah memperoleh kompetensi tambahan sesuai dengan materi yang diberikan.
Melalui program ini, TPHP UGM memperkuat perannya dalam mendukung peningkatan kapasitas pendidik di bidang teknologi pangan. Tidak hanya memberikan teori dan praktik laboratorium, tetapi juga membekali para guru dengan pengalaman yang dapat mereka terapkan dalam pembelajaran berbasis proyek di sekolah masing-masing.
Ditulis oleh: Firstnandita Keisha