Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM) dilaksanakan setiap akhir semester melalui sistem universitas sebagai bagian dari mekanisme penjaminan mutu pembelajaran. Penilaian mencakup 12 indikator yang menggambarkan kedisiplinan dosen, kesiapan pembelajaran, pelaksanaan perkuliahan, interaksi akademik, serta kesesuaian evaluasi pembelajaran. Pada tahun akademik 2024–2025 terdapat 12 mata kuliah dengan 20 dosen pengampu pada semester ganjil dan 8 mata kuliah dengan 15 dosen pengampu pada semester genap.
Hasil Secara Keseluruhan

Secara umum, hasil evaluasi menunjukkan kualitas pengajaran yang sangat baik. Seluruh indikator memperoleh nilai di atas 3,50 dan terdapat peningkatan nilai rata-rata dari semester ganjil ke semester genap. Hal ini mengindikasikan adanya respons positif dosen terhadap umpan balik mahasiswa serta efektivitas mekanisme evaluasi berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pembelajaran.
Hasil Survey Detail


Pada aspek kesiapan dan pelaksanaan pembelajaran, dosen dinilai hadir sesuai jadwal, menguasai materi, menggunakan waktu secara optimal, serta melaksanakan perkuliahan sesuai Rencana Topik Perkuliahan. Mahasiswa juga menilai bahwa materi dapat dipahami dengan baik dan sumber pembelajaran mudah diperoleh. Temuan ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran telah memenuhi standar pedagogik dan akademik pendidikan doktoral yang menuntut kedalaman materi serta struktur pembelajaran yang jelas.
Pada aspek evaluasi pembelajaran, kesesuaian kuis, tugas, dan ujian dengan materi kuliah dinilai baik. Hal ini menunjukkan keselarasan antara capaian pembelajaran, proses pembelajaran, dan asesmen. Kesesuaian ini penting dalam pendidikan doktoral karena memastikan penilaian tidak hanya mengukur hafalan, tetapi juga pemahaman konseptual dan kemampuan analitis mahasiswa. Satu-satunya indikator yang mengalami sedikit penurunan adalah kesempatan berdiskusi, meskipun penurunannya sangat kecil dan tetap berada pada kategori baik. Hal ini mengindikasikan bahwa interaksi akademik masih dapat ditingkatkan, terutama untuk mendorong diskusi ilmiah yang lebih mendalam dan kritis sesuai karakteristik pembelajaran doktoral.
Hasil EDOM menunjukkan kualitas pengajaran pada Program Studi S3 Ilmu Pangan berada pada kategori sangat baik dan mengalami peningkatan antar semester. Proses pembelajaran telah berjalan efektif, terstruktur, dan selaras dengan capaian pembelajaran. Namun demikian, peningkatan mutu tetap perlu diarahkan pada penguatan interaksi akademik dan pembelajaran berbasis riset agar pembelajaran semakin mencerminkan karakter pendidikan doktoral. Dengan demikian, EDOM tidak hanya menjadi alat evaluasi kepuasan mahasiswa, tetapi juga instrumen pengembangan kualitas akademik berkelanjutan.