Survei pengguna lulusan Program Studi S3 Ilmu Pangan tahun akademik 2024–2025 diikuti oleh 14 responden yang merupakan pihak yang mempekerjakan alumni. Penilaian difokuskan pada tiga aspek utama yaitu karakteristik dan wawasan keilmuan, kompetensi akademik dan keterampilan kerja, serta kompetensi internasional dan pengembangan diri. Secara umum, pengguna lulusan memberikan penilaian baik hingga sangat baik terhadap kualitas lulusan, yang menunjukkan bahwa lulusan telah memiliki fondasi akademik yang kuat dan mampu beradaptasi dalam lingkungan profesional.
Karakteristik dan Wawasan Keilmuan

Pengguna lulusan menilai kemampuan wawasan multidisiplin dan pemahaman akademik lulusan berada pada kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan doktoral telah berhasil membentuk lulusan dengan kemampuan berpikir ilmiah, analitis, dan mampu memahami permasalahan pangan secara komprehensif lintas bidang. Kompetensi ini merupakan ciri utama lulusan doktoral yang berperan sebagai problem solver dan pengembang ilmu pengetahuan.
Meskipun demikian, penguatan integrasi antara teori dan aplikasi praktis masih perlu terus dilakukan agar wawasan multidisiplin tidak hanya bersifat konseptual tetapi juga operasional dalam pengambilan keputusan di dunia kerja.
Kompetensi Akademik dan Keterampilan Kerja

Sebagian besar kompetensi kerja dinilai baik, namun kemampuan komunikasi dan bahasa asing masih menjadi area yang perlu ditingkatkan. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kemampuan akademik yang kuat dengan kemampuan menyampaikan ide secara efektif kepada audiens profesional yang beragam, khususnya dalam konteks internasional.
Dalam lingkungan kerja modern, lulusan doktoral tidak hanya dituntut mampu melakukan penelitian, tetapi juga menyampaikan hasil penelitian secara persuasif kepada stakeholder non-akademik seperti industri, regulator, maupun mitra global. Oleh karena itu, kompetensi komunikasi ilmiah praktis perlu mendapatkan porsi pengembangan yang lebih besar dalam proses pendidikan.
Kompetensi Internasional dan Pengembangan Diri

Kemampuan kerja sama dan inisiatif dinilai baik oleh pengguna lulusan, menunjukkan bahwa lulusan mampu berkolaborasi dalam tim profesional. Namun, aspek kepemimpinan masih perlu ditingkatkan. Hal ini mengindikasikan bahwa lulusan cenderung kuat sebagai peneliti atau anggota tim ahli, tetapi belum sepenuhnya optimal dalam peran sebagai pengarah proyek, pengambil keputusan strategis, atau leader riset.
Padahal pada level doktoral, lulusan diharapkan tidak hanya menjadi researcher, tetapi juga mampu memimpin tim riset, proyek inovasi, maupun pengembangan kebijakan berbasis sains.
Saran dan Tinjauan Perbaikan
Berdasarkan temuan survei pengguna lulusan, program studi perlu melakukan penguatan pada kompetensi profesional dan global skills melalui beberapa langkah berikut:
1. Penguatan Komunikasi dan Bahasa Asing
Program studi perlu menambahkan aktivitas pembelajaran yang melatih komunikasi ilmiah praktis seperti presentasi profesional, scientific pitching, penulisan policy brief, dan komunikasi dengan industri. Selain itu, pembiasaan penggunaan bahasa Inggris dalam diskusi akademik, seminar, serta presentasi perlu ditingkatkan agar mahasiswa terbiasa berkomunikasi pada konteks internasional.
2. Pengembangan Kepemimpinan Akademik
Diperlukan kegiatan yang melatih kepemimpinan riset seperti project-based research management, penugasan sebagai koordinator riset kecil, atau pelibatan mahasiswa dalam pengelolaan kegiatan akademik dan kolaborasi penelitian. Upaya ini akan membentuk kesiapan lulusan sebagai future research leader.
3. Integrasi Kompetensi Multidisiplin dengan Aplikasi Praktis
Perlu penguatan pembelajaran berbasis kasus industri dan kebijakan pangan sehingga wawasan keilmuan tidak hanya teoritis tetapi aplikatif. Kolaborasi dengan industri dan lembaga pemerintah dapat digunakan sebagai media pembelajaran problem-based learning tingkat lanjut.
4. Internasionalisasi Pengalaman Akademik
Program studi dapat meningkatkan exposure global melalui seminar internasional wajib, joint research discussion, serta interaksi dengan mitra luar negeri sehingga mahasiswa terbiasa bekerja dalam ekosistem akademik global.
Pengguna lulusan menilai bahwa lulusan Program Studi S3 Ilmu Pangan memiliki kompetensi akademik yang kuat dan mampu bekerja secara kolaboratif. Namun demikian, untuk meningkatkan daya saing global lulusan, program studi perlu memperkuat kemampuan komunikasi profesional, bahasa asing, kepemimpinan, dan penerapan ilmu dalam konteks praktis.
Perbaikan pada aspek tersebut diharapkan dapat mentransformasi lulusan dari competent researcher menjadi independent research leader yang mampu berperan aktif dalam pengembangan ilmu, industri, maupun kebijakan pangan berbasis sains.