Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (TPHP) berhasil mengharumkan nama institusi dengan meraih prestasi pada ajang National Food Technology Competition (NFTC) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Kompetisi tingkat nasional yang mengusung tema “Revolutionizing Instant Food: Innovative and Healthy Solutions for the Future” ini bertujuan mendorong lahirnya inovasi pangan instan yang tidak hanya praktis, tetapi juga memiliki nilai gizi dan manfaat kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat. Grand Final NFTC 2026 dilaksanakan pada Senin, (01/06) di Atrium V Junction Ciputra World Surabaya dan diikuti oleh tim-tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Prestasi tersebut diraih melalui inovasi produk bertajuk UDUKKU (Nasi Uduk Instan Tinggi Serat dan Mineral Berbasis Beras Porang dan FiberCreme dengan Fortifikasi Daun Kelor Bubuk sebagai Solusi Sindrom Metabolik). UDUKKU merupakan produk pangan instan fungsional yang dirancang untuk tetap mempertahankan cita rasa khas nasi uduk Indonesia, namun memiliki profil gizi yang lebih baik dibandingkan nasi uduk konvensional. Produk ini dikembangkan sebagai alternatif makanan praktis yang tidak hanya mengutamakan kemudahan penyajian, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi konsumen.
Pengembangan UDUKKU dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat modern terhadap makanan instan yang praktis seiring tingginya mobilitas dan aktivitas sehari-hari. Di sisi lain, sebagian besar produk makanan instan yang tersedia di pasaran umumnya memiliki kandungan kalori, lemak, dan kolesterol yang relatif tinggi sehingga dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik, seperti obesitas, diabetes melitus tipe 2, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular. Kondisi tersebut mendorong tim mahasiswa TPHP untuk menghadirkan inovasi pangan instan yang lebih sehat tanpa menghilangkan cita rasa kuliner tradisional Indonesia.
Dalam formulanya, UDUKKU menggunakan beras porang yang kaya akan glukomanan dan memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan beras biasa. Selain itu, produk ini memanfaatkan FiberCreme sebagai pengganti santan untuk meningkatkan kandungan serat sekaligus menurunkan kadar lemak jenuh. Fortifikasi tepung daun kelor juga ditambahkan sebagai sumber mineral dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Kombinasi bahan-bahan tersebut menghasilkan nasi uduk instan tinggi serat dan mineral yang berpotensi membantu menekan risiko sindrom metabolik.
Selain menawarkan manfaat kesehatan, UDUKKU juga memiliki keunggulan dari sisi kepraktisan. Produk ini dapat disajikan hanya dengan proses penyeduhan selama kurang lebih lima menit langsung di dalam kemasan. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa pangan tradisional Indonesia dapat dikembangkan menjadi produk instan modern yang praktis, bergizi, dan sesuai dengan kebutuhan konsumen masa kini tanpa kehilangan identitas kulinernya. Pengembangan produk ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, Good Health and Well-Being, melalui penyediaan alternatif pangan yang lebih sehat untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian NFTC 2026 berlangsung sejak April hingga Juni 2026 yang meliputi tahap pendaftaran, seleksi esai, penilaian poster prototipe, hingga Grand Final. Pada tahap akhir, sebanyak 15 tim finalis memamerkan dan mempresentasikan prototipe produk inovasi pangan yang telah dikembangkan, sementara delapan tim terbaik melanjutkan presentasi di hadapan dewan juri. Selain kompetisi, acara ini juga menghadirkan sesi talkshow dan sharing session mengenai healthy instant food yang dibawakan oleh Dr. Arima Diah Setiawati, S.T.P., M.Sc. dari Universitas Gadjah Mada dan Dr. Ir. Roby Wibowo, S.TP., M.M. dari PT Kapal Api Global. Keberhasilan mahasiswa TPHP pada ajang ini menjadi bukti nyata kemampuan mereka dalam menghasilkan inovasi pangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan pangan sehat di Indonesia.
Penulis: Okta I. Latifa