Yogyakarta – Mahasiswa baru angkatan 2025/2026 semester genap Program Magister Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) dan Magister Teknologi Hasil Perkebunan (THP) Universitas Gadjah Mada melakukan kunjungan industri ke Pabrik dan Museum Kopi Banaran serta Pawon Luwak Coffee Magelang, Senin (27/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran berbasis case study, khususnya dalam memahami rantai proses pengolahan kopi sebagai salah satu komoditas hasil perkebunan penting di Indonesia.

Pada kunjungan pertama di Pabrik dan Museum Kopi Banaran, mahasiswa diajak mengenal kopi secara menyeluruh, mulai dari sejarah kopi dunia, jenis-jenis kopi, hingga ragam produk minuman berbasis kopi. Mahasiswa juga melihat area penyimpanan kopi, mengenal tahapan pengolahan kopi metode kering dan basah, serta diperkenalkan dengan berbagai peralatan produksi, termasuk mesin raung pulper yang digunakan untuk memecah kulit kopi gelondongan sekaligus membantu proses pencucian kopi.
Karena kunjungan berlangsung saat pabrik sedang tidak berproduksi, mahasiswa tidak terlibat langsung dalam proses pengolahan. Namun, mereka tetap memperoleh gambaran mengenai alur produksi, fungsi masing-masing alat, jenis tanaman kopi yang dibudidayakan, serta proses roasting dari light roast hingga dark roast yang memengaruhi aroma, rasa, dan mutu seduhan kopi.

Kunjungan berikutnya dilakukan di Pawon Luwak Coffee Magelang. Di lokasi ini, mahasiswa dikenalkan dengan proses produksi kopi luwak, melihat luwak secara langsung, serta mencoba alat penyacah kulit ari kopi secara konvensional. Mahasiswa juga mencicipi seduhan kopi luwak arabika dan robusta untuk membandingkan perbedaan flavor yang dihasilkan oleh kedua jenis kopi tersebut.
Sebagai bagian dari pembelajaran berbasis case study, mahasiswa diminta menganalisis kedua lokasi kunjungan. Mereka mengidentifikasi kekurangan atau permasalahan yang ditemukan, merumuskan peluang inovasi atau riset yang dapat dilakukan, serta memberikan rekomendasi perbaikan bagi masing-masing lokasi.
Melalui kunjungan industri ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai rantai pengolahan kopi, mulai dari bahan baku hingga produk siap konsumsi. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menghubungkan teori di kelas dengan praktik industri, sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai potensi pengembangan produk hasil perkebunan, khususnya kopi, di Indonesia.
Penulis : Firstnandita Keisha