Pasien Gawat Darurat Korban Si Asep
Si "Asep" yang satu ini bagi sebagian mahasiswa (calon mahasiswa) terutama program S3 dirasakan sebagai rintangan atau penghambat cukup berat. Bagaimana tidak?. Hal ini karena lulus test Acept dengan skor tertentu merupakan prasyarat untuk bisa mengikuti Ujian Komprehensif Rencana Disertasi. Oleh karena itu selama persyaratan lulus Acept tersebut belum terpenuhi, maka jangan harap bisa melangkah ke tahap tersebut, meskipun ada beberapa program studi yang "memperlunak" persyaratan tersebut setelah mahasiswa ybs mengikuti berapa kali test Acept dan belum lulus. Bagi mahasiswa program S3 yang umumnya sudah "berumur" & tuntutan skor Acept nya cukup tinggi (minimal 268 atau setara dengan skor TOEFL 500), model test Acept yang belum dikenal sepenuhnya seperti test TOEFL dirasakan cukup berat. Hal ini karena tidak banyak refferensi yang bisa dipelajari untuk menuntun mahasiswa belajar soal-soal Acept. Oleh karena itu jangan heran apabila hasil test Acept yang ditempuh para peserta bisa naik dan turun tidak ada kemajuan yang berarti. Saat pertama kali mahasiswa mengikuti test Acept, biasanya mereka mengganggapnya sebagai tahap uji coba atau penjajagan. Kalau test pertama ini tidak lulus, maka pada tahap kedua barulah mulai belajar sungguh-sungguh untuk memperbaiki kekurangan sebelumnya. Dan kalau tahap ini masih juga belum lulus, maka peserta masih mampu "menyabarkan diri" dan masih ada semangat untuk memperbaikinya lagi. Selanjutnya kalau pada tahap ketiga ini masih juga belum lulus, maka pada tahap ini barulah berpikir untuk minta bantuan kepada pihak-pihak yang mempunyai kemampuan di bidang Acept tersebut, misalnya dengan mengikuti kursus-kursus. Memilih kursus yang dianggap mampu membantu mengantarkan kelulusan Acept, tidaklah mudah. Kursus-kursus yang pendekatannya berorientasi pada test TOEFL sepertinya tidak banyak membantu, karena test TOEFL tidak sama dengan test ACEPT dan tentu saja membutuhkan waktu cukup lama. Model-model kursus seperti ini jika untuk menangani "pasien yang gawat darurat" sepertinya kurang tepat, sebab pasien tersebut dalam keadaan otaknya lelah, jenuh, dan ingin segera keluar dari masalah Acept tersebut. Bagi mereka, yang dibutuhkan adalah model kursus yang khusus membahas tentang model-model soal Acept. Jika anda termasuk "passien gawat darurat" dan ingin segera keluar dari masalah tersebut, tempat kursus Acept yang ini www.acet-center.com sangat disarankan (highly Recomended). Semoga Sukses !!!
|
|
|
- Sang Kreator Dari FTP UGM
- Pasien Gawat Darurat Korban Si Asep
- Tawaran Beasiswa Penelitian Bagi Mahasiswa S2 Teknologi Hasil Perkebunan UGM di Swedia tahun 2013
- Gelar Produk Hasil Praktikum Rekayasa Proses Pengolahan 2012
- Penerimaan Calon Mahasiswa S2 Teknologi Hasil Perkebunan Jalur Kerjasama Pengembangan SDM Instansi dan Daerah
- Masterplan Percepatan Dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025
- Perubahan Jadwal Pendaftaran Beasiswa BPPS dan Bibit Unggul
- Tracer Study
- Hukum Sukses dan Hukum Tarik Menarik
- Beasiswa BPPS dan Beasiswa Unggulan DIKTI 2012
AcEPT & TOEFL





Seperti diketahui bahwa saat ini Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan tes kemampuan bahasa Inggris (English Proficiency Test










